Perbedaan Not Balok dengan Not Angka

perbedaan not balok dengan not angka

Dalam proses pendokumentasian sebuah karya musik sangat diperlukan sebuah catatan dengan tujuan untuk menyimpan dan mengabadikan karya musik yang sudah diciptakan. Karya musik tidak terlepas dari yang namanya "notasi", kenapa seperti itu?. 

Notasi berhubungan dengan "nada", walaupun keduanya masih sering dianggap sama tapi pada dasarnya sedikit berbeda dalam hal pemahaman. Baiklah tanpa berpanjang lebar mari kita sama-sama memahami apasih perbedaan antara not balok dengan not angka?

Not Balok

Pada awalnya sekitar tahun 590 not balok ini disebut notasi gregorian yang ditemukan oleh Paus Agung Gregori. Not balok merupakan sebuah "istilah" yang dipakai utuk menandakan nama sebuah atau lebih nada. 

Not balok sendiri sudah sangat lama dipakai oleh para "musisi" dan juga "komposer" pada jaman dahulu kala (kayak dongeng aja ya..wkwkwk). 

Para musisi dan komposer sebut saja pada zaman atau era barok sudah mulai memakai not balok untuk mendokumentasikan karya musik mereka, contohnya saja komposer terkenal seperti JS BACH.

Tujuan dan Manfaat Not Balok

Pertanyaan mendasar adalah kenapa not balok yang dipakai untuk mendokumentasikannya?. Jawaban sederhananya adalah karena para zaman tersebut belum ada yang namanya alat perekam secara audio atau sekarang disebut "tape recorder" dan sejenisnya. 

Nah not balok tersebut dituliskan oleh para musisi dan komposer untuk "merekam" secara visual suara yang dihasilkan dan susunan nada yang dibuat oleh komposer. 

Tujuannya adalah agar karya musik mereka dapat dimainkan oleh orang lain (musisi yang memahami bagaimana caranya membaca not balok).

Notasi balok adalah penulisan lagu/musik dengan menggunakan lambang-lambang pada balok-balok berupa jajaran baris. 

Agar dapat memahami penulisan not balok, kita harus mempelajari terlebih dahulu bagian-bagian yang ada pada sistem penulisan notasi balok tersebut.

Bentuk, Nama dan Nilai Not

Bentuk not berbeda-beda tergantung dari nilainya. Ada not yang memakai bendera dan ada juga not yang tidak memakai tangkai (perhatikan tabel di atas!).

Not Angka

Untuk mempermudah penulisan kata dari nama nada ini, maka seorang filosof bangsa Prancis bernama Jean Jacques Rousseau yang memiliki perhatian yang besar terhadap musik, menuliskannya dengan memberikan lambang untuk nada ini berupa tulisan angka. 

Maka seiring berkembangnya zaman (belum ada informasi kapan dimulainya, mungkin teman-teman ada yang mengetahuinya bolehlah kita berbagi...hehehhe) tulisan angka ini sering disebut dengan sebutan "Not Angka"

Not angka adalah sistem penulisan (lagu/music) dengan menggunakan lambang angka. 

Angka yang dipakai adalah sebagai berikut:

 1     2        3       4       5        6       7

do    re      mi      fa      sol      la       si      

Nol (0) dalam notasi angka digunakan sebagai tanda diam.

Notasi angka terdiri dari 3 oktaf, yaitu:

  • Oktaf tinggi : 1 2 3 4 5 6 7 1 (titik di atas)
  • Oktaf sedang : 1 2 3 4 5 6 7 1 (tanpa titik)
  • Oktaf rendah : 1 2 3 4 5 6 7 1 (titik di bawah)

Nah....bagaimana teman-teman sekalian, apakah sudah dapat terlihat dengan jelas kan perbedaan mendasar antara Not Balok dengan Not Angka?...

baiklah nanti akan kita bahas lagi lebih mendalam mengenai not balok dan not angka ini. Terimakasih sudah membaca dan sukses selalu...RAHAYU........

Sumber:

  • Boatwright, Howard. 1956. Introduction to the Theory Music. New York: W.W. Norton.
  • Feldstein, Sandy. Practical Theory Complete: A Self Instruction Music Theory Course. New York: Alfred Publishing Co., Inc.
  • Fillamenta, N. 2015. Dasar Teori Musik: untuk Pelajar, Mahasiswa dan Guru Pendidikan Seni. Palembang: Sapu Lidi
  • Jones, George Thaddeus. 1974. Music Theory. New York: Harper & Row, Publishers, inc.
  • Piston, Walter. 1962. Harmony. New York: W.W. Norton.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url