Persepsi Sosial Dalam Psikologi Komunikasi


Persepsi Sosial

Sebagaimana telah dipaparkan sebelumnya bahwa objek persepsi dapat berada di luar individu yang mempersepsi, tetapi juga dapat berada dalam diri individu yang mempersepsi. Dalam mempersepsi diri sendiri orang akan dapat melihat bagai mana keadaannya dirinya sendiri, orang akan dapat mengevaluasi tentang dirinya sendiri. Bila objek persepsi terletak di luar orang yang mempersepsi, maka objek persepsi dapat bermacam-macam, yaitu dapat berwujud benda-benda situasi dan juga berwujud manusia. Bila objek persepsi berwujud benda-benda disebut persepsi benda (things perception) atau  juga disebut Non-Social Perception,sedangkan objek persepsi berwujud manusia atau orang disebut persepsi sosial atau Social perception. Namun di samping istilah-istilah tersebut, 
khususnya mengenai Social Perception masih terdapat istilah-istilah lain yang digunakan, yaitu Persepsi Orang (Person Perception).

Persepsi Dalam Alur Manusia

Dalam individu mempersepsi benda-benda mati bila dibandingkan dengan mempersepsi manusia, terdapat segi-segi persamaan di samping terdapat segi-segi perbedaan. Adanya persamaan bila dilihat bahwa manusia atau orang itu dipandang sebagai benda fisik seperti benda-benda fisik lainnya yang terikat pada waktu dan tempat, pada dasarnya tidak berbeda. Namun karena manusia itu semata-mata bukan hanya benda fisik saja, tetapi mempunyai kemampuan- kemampuan yang tidak dipunyai oleh benda fisik lainnya, maka hal ini akan membawa perbedaan antara mempersepsi benda-benda dengan mempersepsi manusia.

Persepsi Dalam Suatu Interaksi

Mempersepsi seseorang, individu yang dipersepsi itu mempunyai kemampuan-kemampuan, perasaan, harapan, walaupun kadarnya berbeda seperti halnya individu yang mempersepsi. Orang yang dipersepsi dapat berbuat sesuatu terhadap orang yang mempersepsi, sehingga kadang-kadang atau justru sering hasil persepsi tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Orang yang dipersepsi dapat menjadi teman, namun sebaliknya juga dapat menjadi lawan dari individu yang mempersepsi. Hal tersebut tidak akan dijumpai bila yang dipersepsi itu bukan manusia atau orang. Ini berarti orang yang dipersepsi dapat memberikan pengaruh kepada orang yang mempersepsi.

Manusia dan Objek Persepsi

Persepsi sosial merupakan suatu proses seseorang untuk mengetahui, menginterprestasikan dan mengevaluasi orang lain yang dipersepsi, tentang sifat-sifatnya, kualitasnya dan keadaan yang lain yang ada dalam diri orang yang dipersepsi, sehingga terbentuk gambaran mengenai orang yang dipersepsi. Namun demikian seperti telah dipaparkan diatas, karena yang dipersepsi itu manusia seperti halnya dengan yang mempersepsi, maka objek persepsi dapat memberikan pengaruh kepada yang mempersepsi. Dengan demikian dapat dikemukakan dalam mempersepsi manusia atau orang (person) adanya dua pihak yang masing-masing mempunyai kemampuan-kemampuan, perasaan-perasaan, harapan-harapan, pengalaman-pengalaman tertentu yang berbeda satu dengan yang lain, yang akan dapat berpengaruh dalarn mempersepsi manusia atau orang tersebut.

Stimulus Manusia Terhadap Persepsi

Walaupun stimulus personnya sama, tetapi jika situasi sosial yang melatar belakangi stimulus person berbeda akan berbeda hasil persepsinya. Pikiran, perasaan, kerangka acuan, pengalaman-pengalaman atau dengan kata lain keadaan pribadi orang yang mempersepsi akan berpengaruh dalam seseorang mempersepsi orang lain. Hal tersebut disebabkan karena persepsi merupakan akt ivitas yang integrated. Bila orang yang dipersepsi atas dasar pengalaman merupakan seseorang yang menyenangkan bagi orang yang mempersepsi akan lain hasil persepsinya bila orang yang dipersepsi itu memberikan pe ngalaman yang sebaliknya. Demikian pula dengan aspek-aspek lain yang terdapat dalam diri orang yang mempersepsi.

Situasi Sosial dan Stimulus Person

Demikian pula situasi sosial yang melatarbelakangi stimulus person juga akan ikut berperan dalam hal mempersepsi seseorang. Bila situasi sosial yang melatar belakangi berbeda, hal tersebut akan dapat membawa perbedaan hasil persepsi seseorang. Orang yang biasa bersikap keras, tetapi karena situasi sosialnya tidak memungkinkan untuk menunjukkan kekerasannya, hal tersebut akan mempengaruhi dalam seseorang berperan sebagai stimulus person. Keadaan tersebut dapat mempengaruhi orang yang mempersepsinya. Karena itu situasi sosial yang melatar belakangi stimulus person mempunyai peran yang pent ing dalam persepsi, khususnya persepsi sosial. Persepsi sosial juga dianggap sebagai bagian dari kognisi sosial yaitu pembentukan kesan-kesan tentang karakteristik-karakteristik orang lain. 

Kesan Yang Diperoleh Tentang Orang Lain Tersebut Biasanya Didasarkan Pada Tiga Dimensi Persepsi, yaitu:

  1. Dimensi evaluasi yaitu penilaian untuk memutuskan sifat baik buruk, disukai-tidak disukai, posit if-negatif pada orang lain.
  2. Dimensi potensi yaitu kualitas dari orang sebagai stimulus yang diamati (kuat -lemah,sering-jarang, jelas-tidak jelas).
  3. Dimensi aktivitas yaitu sifat aktif atau pasifnya orang sebagai stimulus yang diamati.
Berdasarkan tiga dimensi tersebut, maka persepsi sosial didasarkan pada dimensi evaluatif, yaitu untuk menilai orang. Penilaian ini akan menjadi penentu untuk berinteraksi dengan orang selanjutnya. Artinya, persepsi sosial timbul karena adanya kebutuhan untuk mengerti dan meramalkan orang lain. 

Dalam Persepsi Sosial Tercakup Tiga Hal Yang Saling Berkaitan, Yaitu:

  1. Aksi orang lain, yaitu tindakan individu yang berdasarkan pemahaman tentang orang lain yang dinamis, aktif dan independen.
  2. Reaksi orang lain, merupakan aksi individu menghasilkan reaksi dari individu, karena aksi individu dan orang lain tidak terpisah. Pemahaman individu dan carapendekatannya terhadap orang lain mempengaruhi perilaku orang lain itu sehinggatimbul reaksi.
  3. Interaksi dengan orang lain, yaitu reaksi dari orang lain mempengaruhi reaksi balikyang akan muncul.

Bias dalam Persepsi Sosial

1. Hallo Effect

Hallo Effect merupakan kecenderung untuk mempersepsi orang secara konsisten. Hallo effect ini secara umum terjadi karena individu hanya mendasarkan persepsinya hanya pada kesan fisik atau karakteristik lain yang bisa diamati.

2. Forked Tail Effect (Negative Hallo)

Merupakan lawan dari hallo effect, yaitu melebih-lebihkan kejelekan orang hanya berdasarkan satu keadaan yang dinilai buruk.


Next Post Previous Post
2 Comments
  • Anonim
    Anonim 28 Januari 2022 08.41

    Coin Casino Review 2021 | Up to $500 Welcome Bonus
    Coin Casino is a unique kadangpintar bitcoin and fiat payment options provider that is highly sought after due to septcasino their outstanding online casino. The welcome bonus can 인카지노 be

  • Unknown
    Unknown 5 April 2022 09.14

    The History of the Casino - One of the Most Popular Casinos
    A relative newcomer febcasino to the https://septcasino.com/review/merit-casino/ world of online gambling, Wynn Las Vegas opened its 출장마사지 doors to a new audience of over worrione 600,000 casinosites.one in 2017. This was the first casino

Add Comment
comment url