Kesehatan dan Keselamatan Kerja: Bekerja Dengan Bahan Kimia


Pelaksanaan eksperimen yang aman memerlukan praktik kerja yang mengurangi risiko dan melindungi kesehatan dan keselamatan pegawai laboratorium, sekaligus publik dan lingkungan. Pegawai laboratorium harus melakukan pekerjaan mereka dalam risiko yang rendah, baik risiko yang disebabkan zat berbahaya yang dikenal maupun yang tidak dikenal. Oleh karena itu sangat penting untuk menerapkan K3 di laboratorium baik dari sistem manajemen maupun dari fasilitas keselamatannya. Membangun budaya keselamatan dan keamanan memerlukan komitmen berkelanjutan dengan standar tertinggi di semua tingkatan dari pimpinan lembaga teratas hingga pekerja laboratorium harian. Penciptaan sistem manajemen keselamatan dan keamanan akan meningkatkan operasi laboratorium dan mengantisipasi serta mencegah keadaan yang mungkin mengakibatkan cedera, sakit, atau dampak lingkungan negatif lainnya. 

Sepuluh Langkah Menciptakan Sistem Manajemen Keselamatan dan Keamanan Kimia Laboratorium Secara Efektif.

  • 1. Membentuk Komite Pengawasan Keselamatan dan Keamanan Lembaga dan menunjuk Petugas Keselamatan dan Keamanan Kimia. Pimpinan teratas lembaga/perusahaan harus membentuk komite untuk memberikan pengawasan terhadap keselamatan dan kesehatan kimia di lembaga/perusahaan tersebut. Komite harus memiliki perwakilan dari semua bagian yang berpengaruh di semua unit kerja. Komite harus melapor langsung ke pimpinan teratas dan mendapatkan dukungan keuangan dan administratif yang diperlukan. Perusahaan harus menunjuk sedikitnya seorang petugas keselamatan dan kesehatan kerja untuk mengawasi program manajemen. Petugas keselamatan dan kesehatan kerja yang efektif harus memiliki waktu dan sumber daya khusus serta kewenangan yang diperlukan untuk melaksanakan tanggung jawabnya. Di samping itu juga harus memiliki akses langsung ke pejabat senior yang pada akhirnya bertanggung jawab terhadap masyarakat. 
  • 2. Mengembangkan kebijakan keselamatan dan keamanan kimia. Pimpinan lembaga harus membuat kebijakan formal untuk mendefinisikan dan mendokumentasikan sistem manajemen keselamatan dan keamanan kimia. Pernyataan kebijakan formal menetapkan harapan dan menyampaikan dukungan lembaga. Kebijakan tersebut harus menyatakan niat untuk:

    • Mencegah atau mengurangi kerugian diri dan ekonomi akibat kecelakaan, paparan kerja yang merugikan, dan pencemaran lingkungan;
    • Memasukkan pertimbangan keselamatan dan keamanan ke dalam semua fase operasional; dan
    • Mencapai dan memelihara kepatuhan terhadap undang-undang dan peraturan serta terus memperbaiki kinerja.

Lembaga harus menyampaikan dan mengumumkan pernyataan kebijakan kepada karyawan serta meninjau ulang dan memperbaikinya jika diperlukan. 

  • 3. Membentuk kendali dan proses administratif untuk mengukur kinerja. Kendali administratif mendefinisikan aturan dan prosedur keselamatan dan keamanan khusus serta membuat daftar tanggung jawab individu yang terlibat. Kendali administratif juga harus menyediakan cara untuk mengelola dan menanggapi perubahan, seperti prosedur baru, teknologi, ketentuan hukum, staf, dan perubahan organisasi/manajemen. Evaluasi keselamatan dan keamanan operasi laboratorium harus menjadi bagian dari kegiatan sehari-hari. Misalnya, mulai semua rapat departemen atau kelompok dengan masalah keselamatan diskusikan kegiatan harian, masalah keselamatan atau keamanan yang muncul, dan apa yang bisa dilakukan untuk menghindari kemungkinan terjadinya insiden.
  • 4. Mengidentifikasi dan mengatasi situasi yang sangat berbahaya. Manajer, peneliti utama, pimpinan peneliti, pimpinan tim, dan supervisor harus berperan aktif dalam mengelola keselamatan dan keamanan laboratoriumnya. Lakukan penelaahan status awal untuk menilai lingkup, kecukupan dan penggunaan prosedur keselamatan. Gunakan telaahan status tersebut sebagai dasar untuk membangun program keselamatan dan kesehatan kerja dan membantu menentukan prioritas untuk perbaikan. Lakukan evaluasi berbasis risiko untuk menentukan cukup tidaknya upaya kendali yang ada, memprioritaskan kebutuhan dan menerapkan tindakan perbaikan berdasarkan tingkat kepentingan dan sumber daya yang tersedia.
  • 5. Mengevaluasi fasilitas dan mengatasi kelemahannya. Penting untuk melakukan peran kendali akses fisik dalam meningkatkan keamanan gedung tempat menyimpan dan menggunakan bahan kimia. Hal ini mungkin memerlukan penilaian kerentanan keamanan dan penentuan kebijakan manajemen serta evaluasi yang akan dilakukan.
  • 6. Menentukan prosedur untuk penanganan dan manajemen bahan kimia. Manajemen bahan kimia adalah komponen penting dari program laboratorium. Keselamatan dan keamanan harus menjadi bagian dari seluruh siklus hidup bahan kimia, termasuk pembelian, penyimpanan, inventaris, penanganan, pengiriman, dan pembuangan. Harus ada proses inventaris untuk melacak penggunaan bahan kimia hingga sepenuhnya dipakai atau dibuang.
  • 7. Menggunakan kendali teknik dan peralatan pelindung diri. Kendali teknik, seperti tudung laboratorium, ventilasi, atau kotak sarung tangan, merupakan metode utama untuk mengontrol bahaya di laboratorium kimia. Peralatan pelindung diri seperti kaca mata pengaman, kaca mata pelindung, dan pelindung wajah, harus melengkapi peralatan kendali teknik. Manajemen laboratorium tidak boleh mengizinkan eksperimen jika kendali teknik tidak memadai atau PPE (Peralatan Pelindung Diri) tidak tersedia. 
  • 8. Membuat rencana untuk keadaan darurat. Laboratorium harus membuat rencana untuk menangani keadaan darurat dan insiden tak terduga. Simpan peralatan dan bahan untuk menanggulangi keadaan darurat di tempat yang terjangkau, seperti pemadam api, pencuci mata, pancuran keselamatan, dan perangkat kerja untuk menangani tumpahan. Rencana darurat harus melibatkan lembaga tanggap darurat setempat, seperti pemadam kebakaran, untuk memastikan bahwa mereka memiliki peralatan dan informasi yang memadai. 
  • 9. Mengidentifikasi dan mengatasi hambatan untuk mengikuti praktik terbaik keselamatan dan keamanan. Praktik keamanan dan keselamatan yang baik termasuk meminta semua pegawai senantiasa mematuhi kebijakan dan prosedur. Namun, mengubah perilaku dan memupuk budaya praktik terbaik sering kali menantang. Rintangan sosial dan budaya setempat bisa mencegah manajer laboratorium, pegawai laboratorium, dan lainnya untuk mengikuti praktik keselamatan dan keamanan terbaik. Lembaga/perusahaan harus melakukan upaya untuk mengatasi rintangan tersebut. 
  • 10. Melatih, menyampaikan, dan membina Petugas keselamatan dan keamanan kimia bertanggung jawab untuk menentukan prosedur keselamatan dan keamanan serta memastikan apakah semua orang mengetahui dan mematuhi prosedur itu. Namun, diperlukan komitmen yang kuat dari pimpinan teratas untuk menciptakan sistem keselamatan dan keamanan terbaik. Pimpinan teratas bertanggung jawab penuh terhadap keselamatan dan keamanan kimia.
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url